Berita

MUI Ajak Santri dan Pemuda Kuatkan Keagamaan dan Kebangsaan

Written by Ichwanul Muslim

Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Fatwa, Kiai Sholahuddin Al-Aiyub, berharap santri bisa meneguhkan keyakinan keagamaan dan kebangsaan di era distrupsi pada Jum`at (25/10) di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Jakarta.

“Banyak hal yang bergeser saat ini. Namun tidak dengan prinsip keagamaan dan kebangsaan,” ungkapnya saat acara talkshow Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indoensia (LPBKI-MUI) menyambut Hari Santri 2019.

Di era shifting dan distrupsi, sambungnya, ini terjadi banyak pergeseran, jual beli yang tadinya di pasar bergeser ke supermarket dan mall, dan sekarang di marketplace. Untuk itu perlu dijaga agar nilai-nilai akhlaq dan cinta tanah air tidak ikut bergeser, apalagi bergeser ke arah yang buruk.

“Prinsip keagamaan dan kebangsaan harus tetap dijaga, khususnya oleh ormas kepemudaan, ” katanya.

Pihaknya berharap ormas kepemudaan dapat menjadi motor penggerak pemuda umumnya dan santri pada khususnya.

Berdasarkan sejarah, tuturnya, santri telah berjuang mulai dari akhir abad ke-17. Perjuangan tersebut tentu didasari semangat berjihad untuk bebas dari penjajahan.

Talkshow yang mengangkat tema Literasi Pergerakan dan Dedikasi Santri untuk Indonesia ini, memunculkan apakah perlu role model untuk santri millenial.

“Kegiatan ini perlu dilanjutkan, penting bagi MUI mendengar masukan dan kritikan dari OKP, “ kata Kiai Ayub.

Hadir dalam acara ini, Buya Anwar Abbas, Kiai Shodiqun, Prof Endang Soetari, dan Perwakilan Ormas Pemuda PMII, HMI, MPII, dan KAMMI.

About the author

Ichwanul Muslim

Santri, Guru MAFIKIBI (Matematika Fisika Kimia Biologi) SMP SMA IPA, dan Pengembang Prangkat Lunak berbasis Web dan Mobile

Leave a Comment