Artikel

Membangun Ekonomi Syariah di Indonesia

Written by Ichwanul Muslim

KH. Ma’ruf Amin (1)
Membangun Ekonomi Syariah di Indonesia

Ekonomi syariah secara resmi telah diakui di negeri ini. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya UU dan aturan perundangan lain yang mengaturnya. Birokrasi pemerintahan pendukung pun sudah terbentuk. Saat ini lembaga keuangan syariah, baik bank ataupun non bank, sudah bisa ditemui hampir di setiap daerah di negeri ini.

Hal itu tidak terjadi ujug-ujug begitu saja. Ada proses panjang yang melibatkan banyak orang. Di antara yang punya peran besar ialah KH. Ma’ruf Amin. Semua aktivis tahu dan mengakui itu. Melalui MUI ia mainkan perannya membangun ekonomi syariah di negeri ini.

Ketika dimunculkan pertama kali awal tahun 90an, banyak orang pesimis. Bahkan mencibir. Seakan pintu tertutup rapat, tiada harapan utk ekonomi syariah di negeri ini. Disitulah jiwa perjuangan KH. Ma’ruf Amin diuji.

Ia punya modal untuk berjuang: pengetahuan ilmu agamanya mendalam. Pengalaman panjangnya berorganisasi di NU, ormas terbesar di negeri ini. Dan kepiawaiannya dalam berpolitik. Modal itu ia ramu dan olah menjadi strategi jitu. Strategi yang smooth. Yang tidak mengagetkan dan menggegerkan. Bahkan jauh dari nuansa heroik. Tapi tanpa terasa, hasilnya bisa dilihat saat ini.

Ia sengaja memilih strategi itu. Karena perjuangan hakekatnya adalah dakwah. Dakwah adalah mengajak. Tentu harus dilakukan dengan cara baik. Tidak malah mengancam, menghardik, mencela, atau mencaci. Ia meniru model dakwah Nabi Agung; sayyidina Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallama.

Saat berjuang, tentu tidak sepenuhnya lancar. Perlu kegigihan, ketelatenan dan kesabaran. KH. Ma’ruf Amin terkenal tak mudah patah arang dalam berjuang. Akalnya banyak. Nyalinya besar. Tapi langkahnya terukur. Ia gerakkan resources yang ada di MUI untuk berjuang secara optimal. Tak lupa, ia siapkan sederet anak muda untuk melanjutkan perjuangannya. Sebuah kesadaran yang jarang dimiliki para aktivis.

Ia begitu yakin dengan gerakan dan perjuangan yang dilakukannya. Baginya, Allah Ta’ala tidak akan membiarkan tanpa hasil setiap gerakan dan perjuangan yang ikhlas. Keyakinan itu ia dapat dari kitab suci, al-Quran al-Karim.

Kisah sayyidatina Maryam yang sedang hamil dikejar-kejar bani Israil. Karena capek, ia bersandar di bawah pohon kurma. Matanya menengadah ke atas, dilihatnya buliran buah kurma nyadam. Tapi ia tak kuasa memetiknya. Lantas ia berdoa. Allah menjawab doanya tidak dg langsung menjatuhkan kurma tersebut. Tapi diperintah untuk menggoyang pohonnya, sebagai ikhtiar. Pohon kurma besar, ia lemah. Secara logis sulit untuk bisa menggoyangnya. Apalagi sampai menjatuhkan buahnya. Tapi itu perintah Allah. Gerakkan saja, Allah yang akan menjatuhkan kurma tersebut. ((وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا “dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak”.

Saat ini perkembangan ekonomi syariah belum optimal. Belum signifikan menjadi instrument kesejahteraan masyarakat. Perjuangan KH. Ma’ruf Amin belum selesai. Saya yakin, didadanya masih bersemayam api perjuangan itu. Maka ketia ia berijtihad masuk di struktural pemerintahan, saya haqqul yakin itu akan dijadikannya medan perjuangan yang lebih luas. Untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar penting kesejahteraan masyarakat.

Ditulis oleh: SAA

About the author

Ichwanul Muslim

Santri, Guru MAFIKIBI (Matematika Fisika Kimia Biologi) SMP SMA IPA, dan Pengembang Prangkat Lunak berbasis Web dan Mobile

Leave a Comment