Pada usia 70 tahun, Bank Muamalat merayakan ulang tahun Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin dengan peluncuran buku berjudul pengabdian tiada henti untuk bangsa dan negara. Kini, saat Kiai Ma’ruf berusia 75 tahun, Bank Muamalat kembali mengadakan peluncuran buku biografi Kiai Ma’ruf dengan judul Penggerak Umat Pengayom Bangsa. Peluncuran buku ini berlangsung pada Senin (12/03) malam, bertempat di Ballroom Muamalat Tower, Kuningan, Jakarta.

Saat memberikan sambutan, Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K. Permana mengatakan, Bank Muamalat bangga sekaligus merasa terberkati dengan duduknya Kiai MA’ruf sebagai ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Bank Muamalat. Kebanggan itu tidak lepas dari peran Kiai Ma’ruf sebagai salah satu pendiri dan pencetus Bank Muamalat, Bank Syariah pertama di Indonesia. Terbentuknya Muamalat, tuturnya, berasal dari dana haji yang idenya muncul dari MUI. Peran penting tersebut mengantarkan Bank Muamalat sebagai lokomotif ekonomi syariah di Indonesia kini.

Dia berharap kehadiran buku biografi Penggerak Umat Pengayom Bangsa itu, bisa menjadi referensi dan bahan diskusi untuk mendalami sosok Kiai Ma’ruf.

“Sehingga bisa meniru kepribadian beliau, untuk berkontribusi lebih kepada bangsa di Indonesia, ” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, dia berdoa semoga Kiai Ma’ruf bisa tetap sehat dan diberikan keberkahan sehingga menjadi panutan umat. Bahkan bukan hanya umat Islam, namun juga bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Kiai Ma’ruf dalam kesempatan tersebut mengatakan, dirinya bisa melakukan semua itu karena dorongan dari keluarga dan juga sejawatnya. Di banyak tempat, beliau menemukan kawan yang saling membantu satu sama lain. Merekalah, ungkap Kiai MA’ruf, yang membantunya tetap berjuang tidak pernah lelah.

“Sehingga tidak pernah putus asa dan selalu optimis.menuju masa depan yang lebih baik, ” ujarnya.

Hadir dalam milad tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Jendral Purn. Wiranto, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Sosial Idrul Marham, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto, Ketua Umum Muhammadiyah Haidar Natsir, Ketua Umum ICMI Jimly Ash-shidqi, dan tokoh-tokoh lain. (Azhar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here